Biografi James Sidis, Manusia Paling Jenius Di Dunia

Biografi James Sidis, Manusia Paling Jenius Di Dunia

Data Biografi – Istilah jenius dilabelkan pada orang-orang yang memiliki kapasitas IQ di atas 150. Ada banyak ilmuwan di dunia ini yang dijuluki sebagai para jenius. Tapi kira-kira siapa ya pemegang gelar manusia paling jenius di dunia? Adalah seorang James Sidis, yang namanya bahkan jauh dari gemerlap pemberitaan dunia.

Sosok James Sidis mungkin tidak seterkenal para ilmuwan lain yang umum anda kenal. Tapi siapa sangka beliau memiliki IQ tertinggi bahkan melebihi Einstein lho. Sosok manusia paling jenius tersebut mempunyai IQ di atas 250-300. Seperti apa kisah tokoh jenius yang non familiar tersebut? Pada pembahasan sebelumnya, Data Biografi telah membahas biografi Johan Sundstein yang juga tercatat dalam sejarah permainan game tersohor di dunia. Kali ini tentu tidak kalah menarik. Mari ikuti pembahasan sosok James Sidis selengkapnya berikut ini.

Biografi Singkat Si Jenius, James SidisBiografi Singkat Si Jenius, James Sidis

James Sidis memiliki nama lengkap William James Sidis. Ia dikenal sebagai anak ajaib yang hidup pada circa 1898-1944. Sosok nya dikenal super jenius setelah berhasil menjadi murid akselerasi Harvard termuda. Sidis tak hanya seorang ahli matematika tapi juga pengajar terbaik di usia belia.

Sejarah Dan Keluarga

Masa Kecil James Sidis dibesarkan di New York bersama kedua orang tuanya. Ayah nya adalah seorang psikolog ternama, Boris Sidis. Sedangkan Ibu nya, Sarah Sidis merupakan Master Kedokteran. Bisa dibilang kepintaran James adalah gen bawaan dari orang tuanya.

Pembicara 200 Bahasa

James kecil dapat berbicara di usia 8 bulan, bahkan menjadikan New York Times sebagai bacaanya. Hingga kemudian di umur 8 tahun ia sudah menguasai multi bahasa. Beliau akhirnya dapat menjadi pembicara hingga 200 bahasa dunia. Ia dapat berganti bahasa dalam percakapan sehari-hari dan menerjemahkannya dengan mudah.

Akselerasi Tersukses

James berhasil menjadi mahasiswa akselerasi tersukses. Beliau menjadi mahasiswa Harvard University di usia 9 tahun. Ia juga menjadi pengajar klub matematika dan berhasil memecahkan teori tersulit kala itu. Kemudian di usia 16 tahun telah meraih gelar Cum Laude pada program BA. Di usia 17 tahun ia ditawari menjalani program doktoral di Universitas Rice sembari menjadi asisten doktoral.

Penggagas Teori “Potential Reversibility” Dalam Dua BukuThe Animated and The Inanimate

Kiprahnya dalam dunia pendidikan ia tuangkan dalam karya non fiksi nya yang fenomenal. Terhitung ada dua buku non fiksi yang diterbitkan James Sidis. Buku-buku karyanya membahas seputar teori kehidupan, kosmologi dan fisika. Hingga saat ini buku-buku karya si anak ajaib ini dapat anda nikmati lho.

Buku 1: The Animated and The Inanimate

Buku pertama karya James Sidis dicetak pada tahun 1925. Buku ini membahas seputar teori kehidupan dan fisis di dalamnya. Dalam pembahasannya, beliau menyebutkan bahwa ada banyak sebab dan akibat yang terjadi dalam teori penciptaan. Total sub bab buku tersebut mencapai 30 bab yang mengupas teori mulai dari atom, force, astrobiology hingga energy.

Buku 2: The Tribes and The States

Buku keduanya ditulis sekitar tahun 1935 namun sayangnya tidak benar-benar dipublikasi secara benar. Pasalnya sang Jenius telah wafat sebelum sempat melakukan perilisan buku. Buku ini merupakan sisi humanis dari seorang James Sidis. Dalam bukunya ia membahas tentang bagaimana suatu suku dapat membentuk “komunitas”. Ia juga membahas peran native american dan sejarahnya hingga terbentuknya negara tersebut.

Kehidupan Keras Si Anak Bintang

Meski sosok masa kecil James Sidis dipuja oleh banyak orang, namun kehidupannya tidak berubah menjadi mulus. Menjalani masa akselerasi dirasakan sangat berat bagi James mengingat usia nya masih sangat muda. Bahkan ia harus menghentikan program doktoralnya karena merasa tertekan oleh “bullying”. Pada masa itu, rekan kuliahnya menganggap James sangat mengganggu hingga ia pun dikucilkan.

James Sidis mengaku ia merasa hidupnya tertekan oleh framing orang tua nya. Pada akhirnya ia pun keluar dari rumah keluarga Sidis. Ia menjalani kehidupan menyendiri yang jauh dari bidang pendidikan. Hingga akhir hayatnya ia diketahui hidup dengan bekerja serabutan.

Sosok Jenius ini pernah merasakan dinginnya jeruji besi. Teman 1 sel lainnya dihukum karena berjudi permainan poker deposit pulsa, sedangkan Sidis ditangkap karena mengikuti aksi demo politik di tahun 1921. Setahun kemudian ia menjalani kehidupan normal dan berusaha menjauhi publik. Di tengah kehidupan ala kadarnya ia masih disibukkan dengan menulis jurnal-jurnal ilmiah terkait filosofinya. William James Sidis menutup mata di akhir tahun 1944 akibat sakit.

Seperti itulah kisah seorang jenius, James Sidis. Semoga dapat menambah wawasan anda ya!